Kalam Guru Mulia Habibna Munzir Al-Musawa Tetang Khodam

Guru Mulia Habib Munzir Al-Musawa pernah ditanya masalah memperbantukan khodam, dan ini jawaban habibana :
 
Memperbantukan jin ini sangat rumit pembagiannya, sebagian fuqaha memperbolehkan selama tidak menyembahnya atau mengandalkannya, atau tak memerintahnya pada kedholiman,

Misalnya dipakai untuk membantu manusia yg sakit, atau diperintah untuk mengusir jin lain yg merasuki atau lainnya, sebagian ulama berkiaskan

pada firman Allah swt yg menceritakan ucapan sulaiman as yg bertanya kepada para pembesar ummatnya siapakah diantara mereka yg mampu membawakan singgasana ratu balqis kehadapannya, maka berkatalah Jin
Ifrit : "Aku akan membawakannya sebelum kau berdiri dari singgasanmu, lalu berkatalah seorang yg memiliki ilmu dari kitab : aku akan membawakannya kepadamu sebelum kau kedipkan matamu" (QS Annaml 39-40).

Kisah Perjalanan Nabiyullah Musa AS bersama Nabiyullah Khidir AS

Kisah Perjalanan Ladunni Nabi Musa AS bersama muridnya serta Nabi Khidir AS merupakan kisah yang telah lama kita kenal dan sebut-sebutkan untuk menjadi contoh tauladan kepada manusia yang berilmu. Kisah ini mengandungi pengertian yang sangat dalam dalam ertikata mengenal Sang Pencipta yang Maha Besar. Di mana tempat ‘jumpanya’ ilmu itu? Itulah dia di tempat pertemuan antara dua laut. Di situlah bermulanya Ladunni yang di sebut-sebut para Ahli Sufi. Kisah perjalanan Ladunni Nabi Musa AS dan Nabi Khidir AS dinukilkan di dalam terjemahan Firman Allah SWT di dalam Surah Al-Kahfi (ayat 60 hingga 82). semoga mendapat manfaat bersama.

Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.

Dua Belas Barisan yang Digiring di Akhirat

Suatu ketika, Muadz b Jabal ra menghadap Rasulullah saw dan bertanya: "Wahai Rasulullah, tolong uraikan kepadaku mengenai firman Allah SWT: "Pada saat sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berbaris-baris." (QS An-Naba':18)"

Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis dan basah pakaian dengan air mata. Lalu menjawab: "Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepadaku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan digiring, dikumpulkan berbaris-baris."

KISAH : Hikmah Pentingnya Sebuah Keikhlasan

Tersebutlah seorang pemuda yg bernama Ahmad. Siang itu Ahmad sedang bekerja di kebun. Saat ingin pulang dari kebun terlihatlah olehnya singkongnya tumbuh subur dan gemuk-gemuk.

"Subhanallah, suburnya singkong ini. Alangkah baiknya jika aku mengambilnya beberapa dan memberinya ke pak Kyai Hasyim, itung-itung sudah lama nggak tabarukkan ke beliau, mudah-mudahan dengan begitu kebun ini menjadi lebih berkah" gumam Ahmad didalam hati.

Ahmad pun menggali singkong dan membawanya pulang. Sehabis mandi dan rapi-rapi Ahmad pun berangkat ke rumah Kyai Hasyim dengan membawa beberapa batang singkong.

Semua huruf Hija'iyyah mengandung Nama Baginda Rasulullah S.A.W

oleh : Abu Nawas

1. Alif = AL- Amin, Orang yang terpercaya/ Amanah
2. Ba = Bassam, Orang yang banyak tersenyum
3. Ta = Taqwi, Orang yang paling bertaqwa
4. Tsa = Tsabit, Wajahnya bagaikan bulan purnama
5. Jim = Jamil, indah, ganteng
6. Ha = Halil, artinya Teman Tersayang
7. Kho = Khobil, Orang yang mengabarkan
8. Da = Da'i, dari Da'a - Yad'u artinya Mengajak
9. Za = Zaki, jenius