Sekelumit Pemakaman Zanbal di Tarim (Kota Wali dan para Auliya')

Pemakaman zanbal di Kota Tarim
Kota Tarim disebut juga Kota para Wali Allah, yang terletak di Hadhramaut, Yaman. Hal ini dikarenakan di Kota Tarim dimakamkan banyak Wali Wali Allah.

Diceritakan bahwa, sekitar 70 sahabat Nabi Shollallahu ‘Alaihi Wasallam dimakamkan disini, juga 10.000 Aulya serta 80 Quthub dari kalangan Sa’adah Ba’alawi. Jumlah itu adalah pada masa Imam Abdurrahman Assegaf hidup (wf. 800 H), jadi jumlah keseluruhan Aulya dan Quthub yang dimakamkan hingga kini di Zanbal tentunya lebih banyak.
Di pemakaman Zanbal, para Saadah al-Asraf, Ulama Amilin, Auliya' dan Sholihin yang tidak terhitung jumlahnya dikuburkan di sana.
Syaikh Abdurahman Assaqqaf bin Muhammad Maula al-Dawilah berkata:
"Lebih dari sepuluh ribu auliya' al-akbar, delapan puluh wali quthub dari keluarga alawiyin di makamkan di Zanbal".
Seperti diriwayatkan oleh Syaikh Saad bin Ali:
"Di pemakaman Zanbal dikuburkan para sahabat Rasulullah saw , mereka wafat ketika menunaikan tugas untuk memerangi ahli riddah. Mereka banyak yang wafat di Tarim dan tidak diketahui kuburnya".
Akan tetapi Syaikh Abdurahman Assaqqaf bin Muhammad Maula Dawilah, berkata:
"Sesungguhnya letak kubur mereka sebelah Timur dari kubur al-Ustadz al-A'zhom Muhammad bin Ali al-Faqih al-Muqaddam".
Berkata Syaikh Muhammad bin Aflah:
"Sesungguhnya dari masjid Abdullah bin Yamani sampai akhir pemakaman Zanbal terdapat perkuburan para ulama dan auliya".
Menurut ulama kasyaf, Rasulullah dan para sahabatnya sering berziarah ke pemakaman tersebut.
Pertama kali makam yang diziarahi di perkuburan Zanbal adalah makam al-Ustadz al-A'zham Muhammad bin Ali al-Faqih al-Muqaddam.
Berkata Syaikh Ahmad bin Muhammad Baharmi:
"Saya melihat Syaikhoin Abu Bakar dan Umar ra dalam mimpi berkata kepada saya, jika engkau ingin berziarah maka yang pertama kali diziarahi ialah al-Faqih al-Muqaddam Muhammad bin Ali, kemudian ziarahilah siapa yang engkau kehendaki".
Berkata sebagian para Saadah al-Akbar:
"Barangsiapa berziarah kepada orang lain sebelum berziarah kepada al-Faqih al-Muqaddam Muhammad bin Ali, maka batallah ziarahnya".

Kemudian ziarah kepada cucunya Syaikh Abdullah Ba'alwi, kemudian kubur ayahnya Alwi bin al-Faqih al-Muqaddam, kemudian Imam Salim bin Basri, kemudian ziarah kepada Syaikh Abdullah bin al-Faqih al-Muqaddam, Ali bin Muhammad Shahib Marbath, Ali bin Abdullah Ba'alwi, kemudian Syaikh Abdurahman Assaqqaf dan ayahnya Muhammad Maula Dawilah, ayahnya Ali bin al-Faqih al-Muqaddam, kemudian kakeknya Ali bin Alwi Khali' Qasam, Muhammad bin Hasan Jamalullail dan ayah serta kakeknya, kemudian Syaikh Muhammad bin Ali Aidid, Ali, Muhammad, Alwi, Syech bin Abdurahman Assaqqaf, kemudian ziarah kepada Syaikh Umar Muhdhor, Syaikh Ali bin Abi Bakar al-Sakran, kemudian Syaikh Hasan Alwara' dan ayahnya Syaikh Muhammad bin Abdurahman, kemudian para auliya' sholihin seperti al-Qadhi Ahmad Ba'isa, kemudian Syaikh Abdullah Alaydrus, Syaikhoin Muhammad dan Abdullah bin Ahmad bin Husin Alaydrus, kemudian Syaikh Abdullah bin Syech, Sayid Ali Zainal Abidin bin Syaikh Abdullah
Selain Pemakaman Zanbal, di Kota Tarim terdapat juga Pemakaman  Furait dan Akdar. Disitu juga banyak para ulama, auliya', sholihin yang tak terhitung jumlahnya dimakamkan.


Denah Pemakaman Jannatul Zanbal